Beginilah suasa pagi di DABOSINGKEP Pada jam 6.30 pagi lengan tanpa hilir mudik kendaraan yang lalu lalang.
Saya
- Sudinotakim
- Putra asli dabo singkep Lingga Kepri yang lagi belajar ngeblog dan belajar menulis
Archive
-
▼
2012
(17)
-
▼
Februari
(7)
- Mengenal ”Sagang” dari Lembaran Sastra dan Budaya ...
- “Tari Persembahan” dan “Tepuk Tepung Tawar” khas K...
- PUSAT INFORMASI PARIWISATA LINGGA
- PUSAT KESUSASTRAAN KERAJAAN LINGGA-RIAU
- ABJAD ARAB DALAM PENULISAN KHAZANAH MELAYU
- PAHLAWAN DARI BUMI MELAYU
- RAJA ALI HAJI Melawan Penjajah dengan Mata Pena | ...
-
▼
Februari
(7)
Categories
- Benda-benda langka di lingga (4)
- Berita Lingga (3)
- Budaya Melayu (8)
- Dabo singkep (3)
- Dabosingkep (18)
- daftar hotel dan penginapan (1)
- Dongeng dan cerita rakyat (2)
- Gallery foto singkep (19)
- kumpulan tulisan putra-putri kabupaten lingga (2)
- Motivasi (2)
- Objek wisata (6)
- Pariwisata lingga (13)
- Perhubungan (6)
- Puisi dan suara putra singkep (4)
- Ramuan tradisional (2)
- Resep dan makanan khas (3)
- Suasana dabo singkep (10)
- Wisata kepulauan (10)
Minggu, 11 Oktober 2009
Suasana pagi di dabosingkep
Beginilah suasa pagi di DABOSINGKEP Pada jam 6.30 pagi lengan tanpa hilir mudik kendaraan yang lalu lalang.
Suara kecil untukmu DABOSINGKEP LINGGA
Dabosingkep LINGGA Propinsi KEPRI. Dulu namamu bak putri bumi terkenal dengan hasil mu berbentuk mutiara hitam, dan pada masa itu engkau di sanjung, dianggap raja dan ditahta dengan harta hingga membutakan nadi-nadimu untuk berdenyut .
Namun itu dulu, sebuah masa lalu, sekarang hanya tinggal sisa-sisa kemegahan mu seolah-olah dengan kokohnya mengejek ketimpangan yang terjadi dan puluhan dampak -dampak kemegahanmu dan kejayaan itu membekas baik di bumi dan di hati . Seperti goresan tinta hitam yang sulit terapuskan di atas kertas putih yang tak pernah bisa berkata
kini jamam kebangkitan , tiap tapak-tapak sejarah menghasilkan jalan , jalan menuju alam perubahan. Namun alangkah miris hati anak pulau ini, melihat kembali ribuan gergaji besi menaburkan aumannya membelah hutan belantara, dan gagahnya cakar-cakar mesin-mesin mengorek-ngorek isi perut bumi singkep tanpa sedikit pun ada tangan -tangan kecil melambai dan berteriak " woi.. Dulu kita dikeruk dan di tinggalkan sekarang masih sama, apa pelajaran masa lalu tidak pernah buat kita jera."...
Kenapa harus ada lagi puluhan lubang-lubang yang menganga, dan kenapa harus ada bisingnya deruman mesin-mesin di tengah-tengah belantara Singkep ini, apakah tidak ada daya dan upaya dari suara-suara kecil yang dulu katanya paling bising bersuara, entahlah ............
Popular Posts
-
Ini gambar gunung daik yang bercabang dua ,berada di Kabupaten Lingga tepatnya di kota daik-Lingga. Gunung Daik ini salah satu icon pariwis...
-
Museum mini Linggam Cahaya di Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, menyimpan banyak benda dan aset budaya peninggalan Kesultanan...
-
Daerah melayu seperti di dabosingkep Lingga ini sudah pasti banyak dongeng -dongen yang jadi cerita orang tua-tua dulu. Karena kemajuan zama...
-
Lakse nama makanan diatas merupakan salah satu makan khas milik Kabupaten Lingga . Rasanya yang enak dan bahan-bahan terbuat dari sagu yang ...